PSDKU President University Pekanbaru Logo Indonesia

Dosen Sistem Informasi Tembus Scopus Q1 : Angkat Isu Ekonomi Global dan Produktivitas Tenaga Kerja

Dosen Sistem Informasi Tembus Scopus Q1 : Angkat Isu Ekonomi Global dan Produktivitas Tenaga Kerja

Prestasi akademik membanggakan kembali ditorehkan oleh Dinarti Tarigan, dosen Program Studi Manajemen Sistem Informasi President University Kampus Pekanbaru, yang berhasil menembus publikasi internasional bereputasi tinggi terindeks Scopus pada peringkat Q1 dan Q2. Capaian ini tidak hanya mencerminkan keunggulan individu, tetapi juga mempertegas posisi President University sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing global dan berorientasi pada riset berkualitas internasional.

Pada publikasi pertamanya yang terindeks Scopus Q1, Dinarti Tarigan mengangkat penelitian berjudul “Currency Harmonisation in the Southern African Development Community: A Pathway to Addressing the PPP Puzzle” yang diterbitkan dalam jurnal Humanities and Social Sciences Communications. Studi ini mengeksplorasi secara komprehensif potensi harmonisasi mata uang di kawasan Southern African Development Community (SADC) sebagai solusi terhadap kompleksitas Purchasing Power Parity (PPP). Dengan pendekatan analitis berbasis data makroekonomi dan integrasi regional, penelitian ini memberikan kontribusi strategis terhadap diskursus stabilitas ekonomi lintas negara di tengah dinamika global yang semakin terintegrasi.

Sementara itu, pada publikasi kedua yang terindeks Scopus Q2, Dinarti Tarigan bersama tim peneliti mengkaji topik “Labour Market Liberalisation and Sectoral Productivity: A Reappraisal of the Spanish Experience” yang dipublikasikan dalam jurnal Cogent Economics & Finance. Penelitian ini menganalisis secara empiris hubungan antara liberalisasi pasar tenaga kerja dan produktivitas sektoral di Spanyol. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kebijakan tenaga kerja memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi ekonomi sektoral, sekaligus memberikan implikasi kebijakan yang relevan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam merespons tantangan transformasi ekonomi dan digitalisasi.

Secara substantif, kedua penelitian tersebut menghadirkan kontribusi penting baik dalam ranah akademik maupun kebijakan publik. Kajian harmonisasi mata uang memberikan perspektif baru bagi integrasi ekonomi regional, sementara penelitian mengenai pasar tenaga kerja menawarkan kerangka strategis dalam meningkatkan produktivitas nasional. Relevansi temuan ini semakin kuat dalam konteks Indonesia yang tengah menghadapi dinamika globalisasi, disrupsi teknologi, dan kebutuhan akan kebijakan ekonomi yang adaptif serta berbasis bukti (evidence-based policy).

Pihak President University Pekanbaru menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut sebagai bagian dari komitmen institusi dalam membangun ekosistem riset unggul. “Keberhasilan publikasi pada jurnal bereputasi internasional seperti Scopus Q1 dan Q2 menunjukkan kapasitas akademik dosen yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian yang relevan dengan isu strategis dunia,” ungkap perwakilan institusi.

Ke depan, President University Kampus Pekanbaru terus mendorong penguatan budaya riset yang berdampak, dengan menempatkan publikasi internasional sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, industri, dan kebijakan publik. Prestasi Dinarti Tarigan diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi yang berdaya saing global serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.